PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN CERMIN TERHADAP
EFISIENSI DESTILATOR SOLAR STILL DAN IMPLEMENTASINYA
PADA PELAJARAN FISIKA KELAS X
DI SMA MUHAMMADIYAH
1 KOTA BENGKULU
Oleh: Winarno,M.Pd.Si1,
Dr.Eko Swistoro,M.Pd2, Dr.Kancono,M.si3, Dr. Rosane
Medriati,M.Pd3
1) Mahasiswa S2
PendIPA, 2) Dosen Pembimbing Utama, 3) Dosen Pendamping
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan
untuk 1) Mengetahui pengaruh kemiringan sudut cermin terhadap Efisiensi Destilator Solar Still, 2) Mengetahui kelayakan air destitant yang
dihasilkan oleh Destilator Solar Still berdasarkan parameter fisik air sesuai PERMENKES RI
Tahun 2010, 3) Mengetahui perbedaan hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Kota Bengkulu
antara metode inkuiri terbimbing
menggunakan alat peraga Destilator Solar Still
dengan Pembelajaran konvesional. Hasil yang didapatkan yaitu: cermin dengan sudut 1350 menghasilkan
nilai efisiensi alat yang paling besar yaitu 28,77%, sementara itu cermin
dengan sudut 900
menghasilkan efisiensi alat sebesar 23,87% dan cermin dengan sudut 1500 menghasilkan efisiensi
alat sebesar 24,84%. Selanjutnya dilakukan uji parameter fisik air distitan yang
menghasilkan air tidak berasa, tidak berbau, warna 4 TCU, Total zat padat
terlarut 249mg/l, dan kekeruhan 2,2NTU. Uji parameter fisik air destitant lebih kecil dari
ketetapan PERMENKES RI Tahun 2010 sehingga air destitant layak digunakan oleh
masyarakat. Setelah itu, di implementasikan pada
proses pembelajaran di kelas X SMA
Muhammadiyah 1
Kota Bengkulu menggunakan metode inkuiri terbimbing pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional
pada kelas kontrol. Pembelajaran dengan menggunkan metode inkuiri terbimbing
lebih baik di banding dengan menggunakan pembelajaran
konvensional. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa yang belajar
dengan metode eksperimen mempunyai rata-rata sebesar 79,39 sedangkan dengan metode
konvensional diperoleh rata-rata sebesar
72,14.
Kata Kunci : Efisiensi
Destilator Solar Still, parameter fisik air, dan Metode Pembelajaran
Inkuiri Terbimbing
A. Latar Belakang
Air merupakan unsur utama bagi hidup manusia di planet ini. Teknologi
penyulingan air untuk mendapatkan air tawar dari air kotor atau dari
air laut telah lama dikenal. Intinya adalah dengan menguapkan air laut
dengan cara dipanaskan, yang kemudian uap air tersebut diembunkan sehingga
didapatkan air tawar. Sumber panas yang dipergunakan berasal dari energi yang beragam
seperti: minyak, gas, listrik, matahari/matahari dan lainnya. Energi matahari
(solar) merupakan energi yang murah dan melimpah di daerah tropik
seperti di Indonesia. Provinsi
Bengkulu memiliki letak geografis
5,40LS-2,00LS dan 100,40BT-104,00BT,
mempunyai
pantai yang sangat luas
dan matahari bersinar sepanjang tahun. Hampir semua wilayah Provinsi Bengkulu
adalah pesisir pantai dan matahari bersinar sepanjang tahun sehingga perlu
dikembangkan suatu alat untuk mengelola potensi di wilayah ini. Kota madya
Bengkulu sendiri mempunyai pesisir pantai yang sangat luas, namun potensi ini
masih belum dikembangkan oleh masyarakat pesisir pantai dan pemerintah daerah
setempat. Dengan teknologi Destilator
solar still
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih khususnya bagi masyarakat
pesisir pantai Provinsi Bengkulu.
Fisika
salah satu bidang studi yang harus dipelajari pada jenjang pendidikan SMP dan
SMA/MA. Pelajaran fisika banyak memberi manfaat pada kehidupan sehari-hari.
Sampai saat ini nilai Fisika dikalangan siswa SMA dan SMP masih
rendah dilihat dari nilai raport siswa. Rendahnya hasil belajar Fisika ini
disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor keterlibatan siswa,
baik intelektual maupun emosional. Salah satu metode pembelajaran yang mampu membuat
siswa untuk berpikir secara aktif dan bekerja ilmiah di dalam proses pembelajaran adalah metode pembelajaran
inkuiri.
B. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk:
1.
Mengetahui
pengaruh kemiringan sudut cermin terhadap Efisiensi Destilator Solar Still.
2.
Mengetahui kelayakan air destitan yang dihasilkan oleh Destilator
Solar Still berdasarkan
parameter fisik air sesuai PERMENKES RI Tahun 2010.
3.
Mengetahui
perbedaan hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Kota Bengkulu antara siswa
yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing menggunakan alat peraga Destilator Solar Still dengan siswa
yang diajar dengan pembelajaran konvesional.
C. Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian
eksperimen yang bertujuan mengetahui pengaruh sudut kemiringan cermin terhadap
efisiensi Destilator Solar Still
serta untuk mengetahui peningkatan kemampuan
hasil belajar siswa dengan menggunakan alat peraga Destilator Solar Still. Penelitian dilanjutkan dengan Quasi Experimental (Quasi eksperimen).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi Destilator
solar still dengan menggunakan cermin menggunakan persamaan:
Dimana:
ηi = efisiensi
Destilator solar still(%)
mD = massa produk Distilasi perhari(kg)
hfg = panas laten penguapan(J/Kg); 2308 kJ/kg
GT =
radiasi matahari(kJ/m2)
A = Luas permukaan (m2)
(Ketut Astawa: 2011)
Pada
penelitian pendidikan, terdapat dua kelas yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas XA kelas eksperimen dan kelas XB sebagai
kelas kontrol. Pada kelas eksperimen yang proses pembelajarannya
menerapkan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dimana pembelajaran ini
terdiri dari 6 langkah, yaitu (1) orientasi, (2) merumuskan masalah, (3)
merumuskan hipotesis, (4) mengumpulkan data, (5) menguji hipotesis, dan (6)
merumuskan kesimpulan. Sedangkan pada kelas kontrol proses pembelajarannya
menggunakan Pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah yang disertai dengan
demonstrasi dan diskusi. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, siswa
diberi soal Pretest untuk menguji
kemampuan awal siswa dan soal Posttest
untuk menguji kemampuan akhir setelah di beri perlakuan.
D. Hasil dan Pembahasan
Desain
gambar dari sestilator solar still adalah sebagai berikut:
Keterangan
gambar:
1= kaca
dengan ketebalan 3mm
2= Pipa
saluran air
3= Gelas
penampung Air Destitant
4= Plat Besi
5= cermin
dengan kemiringan sudut 900, 1350,1500
Percobaan Destilator solar still di lakukan di
Lingkungan Lapangan SMA Muhamadiyah 1 Kota Bengkulu selama Lima hari yang dilakukan pada bulan
maret 2013 menghasilkan data sebagai berikut:
Dari Gambar 4.2
diatas terlihat bahwa efisiensi yang
dihasilkan pada Destilator solar still menggunakan cermin dengan sudut kemiringan 1350
dengan nilai efisiensi yaitu 28,77% sementara Destilator
solar still
dengan kemiringan sudut cermin 900 menghasilkan
nilai efisensi 23,87% dan Destilator solar still dengan kemiringan sudut cermin 1500 menghasilkan
nilai efisensi 24,84%. Efisiensi
dari suatu Destilator solar still adalah
perbandingan energi panas untuk menguapkan air laut yang menjadi produk air Destitan terhadap besar radiasi matahari
yang diterima oleh Destilator solar still
melalui absorber dan cermin sebagai
pengumpul panas matahari dalam selang
waktu tertentu. Dengan intensitas radiasi matahari yang besar maka uap air yang
dihasilkan juga meningkat. Tetapi tidak selamanya produk air destitan yang dihasilkan juga meningkat.
Karena perlu keseimbangan antara penguapan dan pengembunan memerlukan media
permukaan dengan temperatur ideal. (Arismunandar: 1995).
Penelitian
dilanjutkan di laboratorium KIMIA basic sains UNIB yang bertujuan unuk
mengetahui kwalitas air berdasarkan parameter fisik air. Hasil yang di dapat
adalah:
Table 4.7 Nilai Perbandingan Parameter Fisik
Air
No
|
Parameter fisik air yang di ukur
|
Satuan
|
Standar maksimum
|
Hasil Analisis
|
1
|
Warna
(TSS)
|
TCU
|
15
|
4
|
2
|
Total
Zat padat Terlarut (TDS)
|
Mg/l
|
500
|
249
|
3
|
Kekeruhan
|
NTU
|
5
|
2,2
|
4
|
Rasa
|
-
|
Tidak
berasa
|
Tidak
berasa
|
5
|
Bau
|
-
|
Tidak
berbau
|
Tidak
berbau
|
Berdasarkan hasil uji laboratorium dan kajian pustaka yang telah dilakukan
air destitan sudah layak digunakan
karena mengandung nilai dibawah ketetapan dari Peraturan Menteri Kesehatan
Republik indonesia sehingga Destilator
solar still layak dikembangkan dan diteliti karena Provinsi Bengkulu
mempunyai potensi air laut dan panas matahari yang berlimpah sehingga potensi
tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Destilator solar still kemudian dijadikan
sebagai alat peraga pembelajaran fisika, hasil yang didapatkan adalah:
Hasil penelitian eksperimen semu ini menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri terbimbing
pada mata pelajaran fisika di
SMA Muhammadiyah 1
Kota Bengkulu terhadap
hasil belajar telah terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.
Perbedaan hasil belajar
kognitif
antara siswa yang belajar fisika melalui metode
inkuiri terbimbing menggunakan alat peraga Destilator
solar still dan
siswa yang belajar fisika melalui pembelajaran konvensional dipengaruhi
oleh berbagai faktor, di antaranya metode
pembelajaran yang diterapkan guru.
E. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1.
Destilator solar
still dengan
menggunakan cermin dengan kemiringan sudut 1350 mampu menghasilkan
air destitan lebih banyak jika
dibandingkan dengan Destilator solar still dengan kemiringan sudut cermin 900
dan 1500.
2.
Berdasarkan parameter fisik air menunjukkan bahwa: air
tidak berasa, Tidak berbau, kekeruhan: 2,2NTU, Total Zat Padat
Terlarut:249mg/l, dan warna: 4TCU. Air yang dihasilkan oleh Destilator solar still diperoleh data
yang jauh di bawah batas yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik
Indonesia tahun 2010 sehingga air destitan
yang dihasilkan layak digunakan oleh masyarakat.
3.
Pada
implementasi pendidikan terdapat perbedaan yang
signifikan antara peningkatan hasil belajar dengan menggunakan metode inkuiri
terbimbing dibandingkan pembelajaran konvensional
dengan thitung 2,480 > ttabel
2,05 pada taraf signifikan 95%.
DAFTAR PUSTAKA
Agus, M. 2007. Alat Peraga Sederhana
Multifungsi untuk Pembelajaran Geografi. Jakarta : Jurnal Pendidikan inovatif
Vol.2/No.2/Maret/2007, (online), (http://jurnaljpi.wordpress.com, diakses 30 September 2012).
Astawa,ketut.dkk.2011.
analisa perfomansi destilasi air laut
tenaga surya menggunakan penyerap radiasi surya tipe bergelombang berbahan
dasar beton. Jurnal ilmiah teknik mesin cakra.M. vol.5.No.1.April2011(7-13)
Chandra, 2006. Prospek Aplikasi Teknologi Distilasi Air
Laut Tenaga Matahari. Jurnal
Ilmu-ilmu Teknik (Engineering),
13 (2): 105-115.
Dula, Muliati
dan La Aba. 2009. Studi karakteristik
kondensator pada solar still tipe basin dan aplikasinya sebagai alat destilasi
air laut menjadi air tawar. Jurnal aplikasi fisika. Volume 5 nomor 1
Jaster
B.H.2002.Analisis dan riset optimasi
Temperatur kaca Penutup Solar still. Jurnal ilmu-ilmu Teknik universitas
Brawijaya. Malang
Amri,
S. 2010. Proses Pembelajaran kreatif dan
inovatif dalam kelas. Jakarta : Prestasi Pustaka.
Arikunto, S. 2008. Dasar-Dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT
Bumi Aksara.