banner

Bumi dan Bulan

Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari matahari. Bagian bulan yang dapat kita lihat hanyalah bagian yang mendapat cahaya matahari dan dipantulkan ke bumi. Karena bulan berevolusi, maka bagian bulan yang memantulkan cahaya matahari diterima ke bumi, berubah-ubah.
Gerakan Bulan
Alat dan bahan
  • Ø lilin
  • Ø lampu senter
Cara kerja
  1. Hitamkan separuh permukaan bola voli.
  2. Minta 8 orang temanmu untuk berdiri bergandengan saling membelakangi dan membentuk lingkaran seperti Kegiatan 1 sebelumnya.
  3. Pegang bola voli plastik yang separuhnya telah dihitamkan, bergerak mengelilingi temanmu yang membentuk lingkaran. Bola voli itu kita anggap sebagai bulan. Jagalah posisi bulan selalu tetap selama berkeliling.
  4. Disetiap posisi, tanyakan kepada temanmu yang membentuk lingkaran, bagaimana wajah bulan yang dilihatnya?
  5. Minta mereka membuat sketsanya.
Analisis dan diskusi
  1. Apakah hasil sketsa yang dibuat temanmu membentuk lingkaran sama?
  2. Bandingkan gambar-gambar sketsa tersebut dengan sketsa fase-fase bulan?
Apakah kesimpulanmu tentang penampakan bulan yang berubah-ubah? Apakah bentuk bulan memang berubahubah seperti sabit, benjol, dan lain-lain? Berikan penjelasan.

Gerakan bulan

bulan berotasi pada porosnya, berevolusi mengitari bumi dan bersama-sama dengan bumi mengelilingi matahari. Waktu yang dibutuhkan bulan untuk satu kali berevolusi sekitar 27,3 hari; disebut kala revolusi sideris (satu bulan sideris). Tetapi karena bumi juga bergerak searah gerak bulan, maka menurut pengamatan di bumi waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan satu putaran penuh menjadi lebih panjang dari kala revolusi sideris, yaitu sekitar 29,5 hari. Kala revolusi ini disebut kala revolusi sinodis (satu bulan sinodis). Kala revolusi sinodis dapat ditentukan melalui pengamatan dari saat terjadinya bulan baru sampai bulan baru berikutnya. Satu bulan sinodis digunakan sebagai dasar penanggalan Komariyah (penanggalan Islam).
Jika kamu perhatikan dari bumi, bentuk bulan ternyata tidak tetap. Suatu saat berbentuk bundar, setengah lingkaran, lebih dari setengah lingkaran, seperti sabit, atau kadang-kadang tidak terlihat sama sekali. Bentuk bulan yang berubah-ubah itu
dikenal sebagai fase-fase bulan. Apakah bentuk bulan memang benar-benar berubah?

Perubahan musim

Kemiringan sumbu bumi pada saat berotasi menyebabkan terjadinya perbedaan penyinaran cahaya matahari. Hal ini mengakibatkan perbedaan lamanya siang dan malam serta menimbulkan perbedaan musim di berbagai daerah di permukaan bumi. Tahukah kamu kapan bumi mengalami musim panas dan dingin? sekitar tanggal 21 Juni belahan bumi utara mengalami musim panas karena lebih condong ke arah matahari sehingga menerima cahaya matahari lebih banyak. Sekitar tanggal 21 atau 22 Desember belahan bumi selatan mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi utara mengalami musim dingin. Saat belahan bumi condong menjauhi matahari, belahan bumi tersebut mengalami musim dingin.

Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran