Apa yang terbayang di benakmu ketika kamu mendengar istilah daya?
Kamu telah mempelajari pengertian daya di kelas VII, bahwa daya adalah
laju dilakukannya usaha. Jika semakin cepat usaha dikerjakan suatu gaya,
maka semakin besar dayanya. Dalam SI daya diukur dalam satuan watt
.
Berbagai peralatan listrik mengubah energi listrik menjadi energi
bentuk lain. Cepatnya pengubahan energi ini bergantung pada daya listrik
peralatan itu.
Semakin cepat peralatan itu mengubah energi listrik menjadi energi
bentuk lain, semakin besar dayanya. Sebaliknya semakin lambat peralatan
itu mengubah energi listrik menjadi energi bentuk lain, semakin kecil
dayanya. Contoh, lampu yang berdaya 40 W lebih terang daripada lampu
berdaya 5 W, jika dipasang pada tegangan yang sesuai.
Bagaimana kamu dapat mengetahui daya berbagai peralatan listrik?
Salah satu caranya dengan melihat label yang tertera pada peralatan
listrik tersebut. Setiap peralatan listrik umumnya dilengkapi dengan
label.
Label tersebut memuat beda potensial yang diperlukan, serta daya yang dihasilkan.
Peralatan listrik yang berbeda juga menghasilkan daya yang berbeda-beda pula,
Daya listrik yang dihasilkan oleh berbagai peralatan listrik dapat
pula kita ketahui dengan mengalikan beda potensial dengan kuat arus yang
melalui peralatan itu. Persamaannya dapat ditulis sebagai berikut.
P = V × I
dengan
P = daya ……………………………………….. watt (W)
V = beda potensial …………………………. volt (V)
I = kuat arus ………………………………… ampere (A)
Selain diukur dalam satuan watt, daya dapat pula diukur dalam satuan kilowatt (kW). Satu kW sama dengan 1.000 W.
30
Mei
Di Indonesia, umumnya listrik yang kita gunakan dikelola oleh PLN.
Tentu saja konsumen listrik harus membayar kepada PLN atas penggunaan
energi listrik tersebut. Besar pembayaran ini tergantung pada energi
listrik yang digunakan. Bagaimanakah cara mengukur energi listrik yang
kamu gunakan? Setelah belajar bab ini kamu dapat menggambarkan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
29
Mei
Tegangan listrik jala-jala (PLN) di rumahmu sebesar 220 V dan kuat
arus yang mengalir dalam rangkaian listrik tersebut cukup besar. Arus
yang mengalir bisa menjadi sangat besar, jika terjadi hubungan singkat.
Pada peristiwa hubungan singkat, arus listrik tidak melewati hambatan,
tetapi langsung melewati kawat penghantar. Peristiwa hubungan singkat
terjadi jika isolator pembungkus kawat terkelupas. Akibat besarnya arus
listrik pada kawat penghantar, maka terdapat energi listrik yang berubah
menjadi panas. Untuk mencegah hubungan singkat, maka rangkaian listrik
harus segera terbuka (arus tidak mengalir) begitu terjadi hubungan
singkat. Caranya adalah dengan memasang kawat penghantar yang relatif
mudah terputus pada rangkaian listrik. Jika terdapat arus berlebih pada
rangkaian, dan arusnya melebihi batas arus pada sekering, maka sekering
tersebut segera meleleh dan putus. Pemilik rumah tinggal mencari dan
memperbaiki apa yang menyebabkan terjadi hubungan singkat. Selanjutnya
ia harus mengganti sekering yang telah putus dengan sekering baru yang
sama dengan sekering semula. Peralatan lain yang lebih praktis untuk
mencegah terjadinya hubung singkat adalah pemutus arus, Pemutus arus
dalam kehidupan sehari-hari kita kenal sekering. Pemutus arus (sekering)
terdiri atas logam yang dapat bengkok jika logam tersebut panas.
Bengkoknya logam tersebut menyebabkan aliran listrik terputus. Rangkaian
dapat difungsikan kembali dengan mengembalikan sakelar pemutus arus ke
posisi semula. Namun sebelum itu, kamu harus mengecek apa yang
menyebabkan terjadinya hubungan singkat itu.
29
Mei
Untuk keperluan tertentu, misalnya untuk mengubah besar volume
radio atau TV, kita memerlukan hambatan yang besarnya berubah-ubah.
Melalui Kegiatan 2 kamu mengetahui bahwa dengan mengubah panjang kawat
penghantar, hambatan penghantar tersebut juga berubah. Perubahan
hambatan tersebut mempengaruhi perubahan arus, ditunjukkan oleh nyala
lampu yang berubah.
Kenyataan ini dapat dimanfaatkan untuk membuat hambatan geser. Hambatan
geser dibuat dari kawat yang hambat jenisnya besar, biasanya kawat
nikelin. Kawat tersebut dililitkan pada batu tulis. Panjang kawat yang
dilalui arus diatur oleh logam geser (L). Arus listrik akan melalui
lilitan kawat hingga sejauh logam geser, selanjutnya melalui logam geser
arus keluar melalui C. Besar arus dapat diubahubah dengan mengubah
kedudukan logam geser. Jika logam geser di ujung kiri, maka panjang
kawat kecil, dan akibatnya hambatannya juga kecil (kuat arus besar).
Sebaliknya jika logam geser di ujung kanan, maka panjang kawat besar,
dan akibatnya hambatannya juga besar (kuat arus kecil).