banner

gelombang dan optik


Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia

*    Intisari kuliah Senin, 22 September 2014
Pada pertemuan ke empat ini dilakukan ujian ke-1, tentang gelombang dan optik, dengan dua soal. Soal yang pertama tentang 3 jenis gelombang, yaitu gelombang mekanik, gelombang radiasi listrik magnet dan gelombang peluang kuantum. Pada soal ini ditanyakan tentang persamaan dan perbedaan fisis ketiga gelombang tersebut, persamaan dan perbedaannya terletak pada geraknya, perbedaannya terletak pada gerak molekulnya sehingga menentukan ada tidaknya medium sebagai perantaranya, sedangkan pada gelombang peluang kuantum merupakan peluang hadirnya benda tersebut jadi hanya bersifat matematis, pada soal ini kami menjawab kurang lebih seperti jawaban  bapak, hanya saja kami menggunakan bahasa kami sendiri. Dalam soal pertama ini juga ditanyakan tentang radiasi listrik magnet jika frekuensinya makin tinggi maka makin berbahaya bagi manusia, pada ikhtisar jawaban dijelaskan antara hubungan variabelnya, namun pada jawaban kami tidak kami hanya menjelaskan secara deskriptif saja. Soal selanjutnya yaitu menjelaskan perbedaan untuk ukuran dampak radiasi pengion, ada satuan becquerel, gray, dan sievert, untuk jawaban kami mengenai ini kami menjawab sesuai dengan ikhtisar yang bapak berikan.
Soal kedua mengenai optik dimana ada sebuah bola kaca dengan jari-jari R dan berindeks bias =2, dan berada di udara yang berindeks bias=1. Sebuah lampu kecil S diletakkan pada jarak 3 R dari pusat bola itu. Soal poin pertama  dengan mengambarkan pembiasan yang terjadi sesuai aturan Snellius.Poin kedua menanyakan tentang bayangan kesatu dan kedua akibat pembiasan benda pertama. Poin ketiga sama dengan poin kedua hanya saja pada bayangan ketiga, poin keempat menggambarkan semua sinar bias pada poin sebelumnya. Poin lima menghitung letak pada bayangan ke satu, dua dan tiga. Pada poin terakhir membandingkan antara hasil gambar dengan hasil perhitungan. Pada soal nomor dua ini kami menjawab berbeda dengan ikhtisar yang bapak berikan, hal ini karena presepsi kami tentang soal yang salah, kami beranggapan bahwa sebuah berkas tersebut kami anggap sebuah benda, jadi langsung menggunakan hukum Snellius, padahal seharusnya merupakan berkas cahaya yang menyebar sehingga kurang tepat dalam penjabarannya.

*    Pertanyaan dan Dugaan Jawaban
Teori mengenai gelombang, terus mengalami perkembangan dari teori Newton dan Huygens sampai pada teori Einstein yang terakhir tentang dualisme gelombang, sebatas itu pengetahuan kami, menurut pendapat bapak, teori yang manakah yang paling masuk akal dan dapat dibuktikan secara ilmiah, padahal semua teori memiliki fakta pendukung masing-masing?
*    Sesuai pendapat bapak.

*    Hasil Refleksi Tentang Pemakaian Materi
Materi ujian ini tentang gelombang dan optik, sangat dapat mengukur pemahaman konsep, logika, dan kaitan antara yang satu konsep dengan yang lain khususnya dalam hal ini pada materi optik, ketika menjawab soal nomor dua, kami beranggapan bahwa bentuknya semacam benda, karena kami terbiasa mengerjakan soal demikian padahal setelah melihat ikhtisar baru teringat bahwa berkas cahaya yang dipancarkan bersifat divergen (menyebar) karena pada suatu titik. Konsep tersebut merupakan konsep awal ketika kita belajar tentang optika geometri. Hal yang kadang diabaikan karena hanya sebatas teori dan bukan pada peneranpannya. Kasus-kasus yang dihadirkan pada ujian ini sebenernya sederhana, akan tetapi kita kurang memahami karena hal yang telah disebutkan sebelumnya.

*    Hasil Refleksi Resiko Materi
Terkadang kita menyikapi suatu soal dengan paradigma yang susah, padahal setelah melihat ikhtisar dari kunci jawaban terlihat sangat sederhana dan mudah, dalam hal ini pengaitan antara satu konsep dengan konsep yang lain dalam hal optik harus baik.Kami menyadari kurang cermatnya memahami soal, sehingga menyamakan soal seperti soal-soal yang biasa kami kerjakan. Hal ini tentu saja tidak benar dan proses pembelajaran bagi kami bahwa pengaitan antara satu konsep dan konsep yang lain serta hubungan teori yang benar sangat dibutuhkan.

*    Niat Kecil Konkret untuk Kebaikan Umum
Dari ujian kali ini kami memahami bahwa ketika kita menganggap bahwa hal kecil tidak berarti padahal hal tersebut adalah hal yang krusial. Pemahaman konsep yang kuat harus diterapkan dari sejak dini, sebagai seorang pendidik nantinya, kami akan menerapkan pemahaman konsep fisika yang benar dan kuat.

Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran