Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Kemampuan
menggunakan badan untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan dan menyelesaikan
problem (Amstrong, 2013). Kemampuan untuk menggerakkan objek dan mengembangkan
keterampilan motorik yang halus. Kecerdasan
ini mencakup: keseimbangan, kelenturan, kegesitan, ketangkasan, kontrol,
keanggunan, dan ketahanan dalam gerak tubuh.
Karakteristik : Kecenderungan
bertubuh atletis, menguasai banyak keterampilan fisik, memiliki keterampilan
motorik halus dan kasar yang baik, merasakan dan mampu melakukan bagaimana
seharusnya tubuh membentuk, menggunakan tubuh untuk ekspresikan ide &
perasaan, terampil menghasilkan dan memindahkan sesuatu dengan tangan &
gerak kinestetik lain.
Kecenderungan lain : Senang bergerak, sulit diminta
duduk diam, senang menyentuh sesuatu, koordinasi gerak tubuh yang baik, tangkas
dan cepat, senang dengan kerajinan tangan, merespon dengan baik komunikasi
nonverbal, memecahkan masalah dengan tubuhnya.
Upaya menstimulasi :
Menari,
bermain peran, senam otak, melatih gesture fisik, derama, pantomim, latihan
fisik dan berbagai bentuk olahraga.
Cara-cara
untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik-jasmani
Berikut
adalah beberapa cara yang dapat
mengembangkan kemampuan kecerdasan kinestetik- jasmani diantaranya : Bergabunglah
dengan regu olahraga yang berkaitan dengan pekerjaan atau regu olahraga di
lingkungan perumahan (sofbol, basket, sepakbola, atau olahraga beregu lainnya), Belajarlah
berenang, main ski, golf, tenis, atau senam yang kesemuanya merupakan olahraga
perorangan, Pelajarilah
seni bela diri seperti aikido, yudo atau karate, Berlatihlah secara teratur dan catatlah ide yang
muncul selama berolahraga, Pelajarilah
suatu keterampilan seperti bertukang, menenun, mengukir, atau merenda, Ikuti kursus seni
membentuk tanah liat atau batu, Pelajari yoga atau sistem kesadaran atau
relaksasi jasmaniah lainnya, Mainkan video
game yang membutuhkan refleks cepat, Ikuti pelajaran menari (tarian modern, dansa,
balet, atau yang lain) atau luangkan waktu untuk melibatkan diri dalam kegiatan
kreatif bebas kreasi Anda sendiri, Lakukan hobi yang mudah dilakukan di sekitar
rumah anda seperti berkebun, memasak, atau membuat maket, Pelajari bahasa isyarat
atau huruf braille, Kenakan
penutup mata dan mintalah seorang teman untuk membimbing Anda untuk menjelajahi
alam sekitar dengan kedua tangan, Kumpulkan benda-benda yang mempunyai berbagai
macam tekstur (sutra, batu halus, kertas amplas, dan sebagainya), Titilah
batu pembatas trotoar atau gelegar untuk memperbaiki keseimbangan Anda, Latihlah
regu basket anak-anak atau kelompok lain atau olahraga perorangan tertentu, Susunlah
sebuah program latihan beban dan/atau program aerobik untuk Anda sendiri di
bawah pengawasan dokter atau klub kesehatan, Mainkan charade
(menebak kata yang dikomunikasikan melalui pantonim) bersama teman atau
keluarga, Lakukan
kegiatan yang menggugah kesadaran pancaindra yang membuat Anda bersentuhan dengan
persepsi dan sensasi jasmani, Balajarlah pada seorang ahli terapi yang
menguasai disiplin ilmu psikofisik seperti teknik Rolfing, teknik Alexander,
bioenergetika,atau Firldenkrais, Pelajari cara memijat orang lain atau diri
sendiri dengan menggunakan akupresur, do-in
(pijat leher), atau sistem pijat lainnya, Kembangkan koordinasi mata dengan Anda melalui
olahraga boling, melempar cakram, melempar bola basket, atau belajar menyulam, Pelajarilah
keterampilan yang membutuhkan sentuhan halus maupun kelincahan tangan seperti
mengetik atau memainkan alat music, Jangan lewatkan bayangan kinestetik yang muncul
dalam mimpi dan lamunan di siang hari, Ikuti pelajaran akting atau pantonim atau
bergabunglah dengan kelompok derama setempat, Pelajari suatu kegiatan praktis yang membutuhkan
keluwesan jasmani seperti upacara teh Jepang.