Pada umumnya, peningkatan suhu suatu zat akan diiringi oleh
peningkatan volume zat, yang disebut pemuaian. Seperti telah dipelajari
sebelumnya, setiap zat baik berwujud padat, cair, maupun gas tersusun
atas partikel-partikel terkecil yang dapat berupa atom, ion, atau
molekul. Peristiwa pemuaian suatu zat bukan disebabkan oleh ukuran
partikel terkecil penyusun zat yang bertambah besar ukurannya. Akan
tetapi, akibat jarak antarpartikelnya yang semakin besar.
Akibat pertambahan volume, massa yang dimiliki zat untuk setiap
ukuran volume tertentu akan menurun. Dengan kata lain, pemuaian suatu
zat akan mengakibatkan turunnya atau berkurangnya massa jenis zat
tersebut. Peristiwa pemuaian dapat terjadi pada setiap wujud zat baik
padat, cair, maupun gas. Gambar 3.9adalah contoh pemuaian yang terjadi
karena adanya panas matahari.Perhatikanlah kabel listrik yang terbentang
di pinggir jalan pada siang hari. Apakah yang dapat kamu amati? Jika
kita perhatikan dengan saksama, kabel listrik pada siang hari akan
mengendur. Tahukah kamu penyebabnya? Sementara itu, pada malam hari
udara lebih dingin sehingga kabel listrik tidak akan mengendur seperti
halnya pada siang hari. Perhatikanlah Gambar 3.10.Pada gambar tersebut, tampak kabel listrik pada malam hari mengalami pengerutan.Mengapa terjadi demikian?
Penurunan suhu suatu zat umumnya akan diikuti oleh penurunan volume
zat, yang disebut pengerutan. Pada saat suhu zat turun, kecepatan
gerakan partikel-partikel terkecil suatu zat akan turun sehingga jarak
antarpartikelnya mengecil. Penurunan ruang antarpartikel tersebut tidak
dapat dilihat karena terlalu kecil untuk diamati, bahkan dengan bantuan
mikroskop tercanggih. Namun, buktinya dapat dilihat dengan adanya
penurunan volume zat saat suhunya turun.