banner

Filsafat Ilmu

Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia

*        Intisari kuliah Selasa, 4 Februari 2014
Filsafat ilmu berasal dari kata “phil” (senang / tertarik) dan “sophy” ( bijak), sehingga filsafat dapat diartikan mencintai kebijakan, atau kebijakan berfikir. Befikir dalam filsafat merupakan berfikir secara kritis atau tajam dan hasil pemikirannya tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Dahulu berfilsafat berawal dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari fenomena yang ada, sebagai contoh penetapan satuan standar pengukuran seperti satuan hari dan waktu. Penetapannya dihitung mulai pada siang hari dimana siang ditetapkan 12 jam yang berasal dari perhitungan 5 jari, ibu jari sebagai penunjuk dan 4 jari lainnya yang berisi 3 ruas-ruas jari dikalikan maka hasilnya adalah 12 karena dihitung hanya pada siang hari maka dikali 2 (siang & malam) sehingga dihasilkan 24 jam. Sedangkan "second minute" (menit kedua) besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit. Ini dikarenakan bangsa Babylonia menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexadesimal (basis 60). Selain satuan hari satuan panjang seperti meter juga timbul berdasarkan pemikiran bahwa diperlukannya satuan yang tetap/sama maka timbullah satuan meter yang pada awalnya diambil dari panjang tali “L” pada the second pendulum yang selanjutnya diambil dari keliling stadium, dimana 1 stadium= 10 juta meter. Semua ketetapan dalam sebuah ilmu khususnya dalam hal ini Fisika merupakan bentuk pemikiran tajam orang-orang terdahulu.
*        Pertanyaan        
Kajian filsafat secara umum membahas materi yang ada maupun yang mungkin ada. Apakah filsafat ilmu hanya terbatas pada hal yang ada saja atau bisa juga tentang hal yang mungkin ada?
ü Walaupun pada hakikatnya dalam bahasan Ilmu hanya membahas hal yang bisa diamati saja, namun pertanyaan–pertanyaan yang muncul dari hal tersebut dapat mencapai pada hal metafisika..
*        Hasil Refleksi
Materi Filsafat Ilmu dalam hal ini berkaitan dengan sains khususnya ilmu fisika yang membahas materi tentang Fisika dari hal yang mendasar, sebagaimana fokus filsafat yaitu mengetahui hakikat ilmu. Pada pertemuan ini membahas tentang sejarah adanya satuan standar pengukuran seperti yang sudah dijabarkan pada Intisari diatas. Selama ini kita hanya menggunakan satuan tanpa mengetahui asal terciptanya satuan tersebut. Dengan mengetahui sejarah terbentuknya satuan tersebut ilmu yang kita peroleh dirasakan lebih utuh, selain itu sudut pandang yang berbeda dalam berfikir dimana selalu dimulai dari pokok secara runut maka dapat membentuk pola pikir kita yang lebih tajam dalam memahami sesuatu hal.
*        Hasil refleksi tentang batasan barlaku, resiko
Proses terbentuknya ilmu melalui pemikiran secara tajam terbatas hanya pada hal-hal yang dapat diukur, sedangkan hal-hal yang tidak dapat diamati dan diukur bukan merupakan ilmu karena tidak memenuhi salah satu ciri dari ilmu yaitu adanya fakta empiris sehingga dapat diamati dan diukur. Pada materi satuan, orang terdahulu menetapkan satu jam dengan gelas pasir (“hourglass”) yang memiliki dua tabung besar. Faktor yang berpegaruh dalam penunjukan waktu adalah, volume tabung, jenis kualitas pasir dan lebar leher. Sehingga hourglass terbatas pada faktor yang mempengaruhinya.
*        Niat kecil konkret demi common good
Setelah mempelajari materi tentang satuan ini, ketika kami menjadi seorang guru kami akan mengaplikasikan materi ini sehingga siswa kami dapat memahami lebih dalam lagi tentang satuan dan pengukuran. Dengan mengetahui hal tersebut kami yakin mereka akan lebih semangat dalam mempelajari ilmu pengetahuan.

Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran