banner

Filsafat termodinamika



Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia


*    Intisari kuliah Selasa, 6 Mei 2014
Pada perkuliahan ini, kami melaksanakan Ujian3 yaitu materi Pine, Austin dan Filsafat termodinamika terutama hukum I termodinamika dan hukum II terrrmodinamika. Soal ujian terdiri dari dua soal yang diambil dari buku kumpulan laporan Pine, Austin dan catatan perkuliahan. Soal pertama mengenai Pane dan Auatin. Soal pertama terdiri dari 4 point, point 1-3 mengenai pine dan point 4 mengenai Austin. Point pertama diminta untuk menjelaskan dengan satu contoh bahwa ilmu memang didasarkan atas asumsi yang dianggap saja sebagai benar tanpa bukti juga biasa disebut postulat, hipotesis dan prinsip. Point kedua diminta untuk menjelaskan satu cara lain yang seperti cara ilmiah juga dipakai untuk memahami jagad raya ini, dan mengapa kita patut mengharapkan adanya suatu konsisten antara dua cara tersebut. Sedangkan pada point ketiga diminta untuk menjelaskan apa yang dianggap sebagai sikap rendah hati seperti itu dan mengapa kita dapat mengagumi lokasi kita dijagad raya ini serta menjelaskan apa beda maknanya dengan kepatutan menghargai peran kita di jagad raya ini. Untuk point keempat diminta untuk menjelaskan mengapa reduksionisme rupanya perlu didampingi pada fungsionalisme dalam memahami dan menjelaskan cara kerja di jagad raya ini.
Soal kedua mengenai filsafat termodinamika yang terdiri dari 4 point, point pertama meminta untuk menjelaskan intisari makna hukum I termodinamika dan hukum II termodinamika, point kedua diminta untuk menjelasakan dengan satu contoh makna pernyataan Kelvin-Planck dan mengapa kebalikannya merupakan gejala alamiah yang biasa dijumpai, point ketiga diminta untuk menjelasakan dengan satu contoh makna pernyataan Clausius dan mengapa kebalikannya merupakan gejala alamiah yang biasa dijumpai  dan point keempat diminta untuk membuktikan pernyataan Kelvin-Planck dan pernyataan Clausius.
*    Pertanyaan Proses apa yang terjadi pada sebuah mesin kalor agar mesin ini dapat mengubah sebanyak mungkin energi kalor yang tersimpan dalam suatu system sehingga dapat diubahnya menjadi energi mekanik?
ü Dengan hukum pertama termodinamika, yakni agar semua energi kalor Q dapat berubah menjadi energi mekanik W, maka (U2-U1) atau perubahan energi internal U, haruslah nol. Hal ini bisa diperoleh bila proses yang terjadi merupakan proses siklus. Namun untuk membuat mesin yang dapat mengubah semua energi kalor menjadi energi mekanik seluruhnya, adalah mustahil. Kemustahilan ini merupakan hukum alam yang dikenal dengan hukum kedua termodinamika. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Kelvin-Planck dan Clausius.
*    Hasil Refleksi Materi Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu : Hukum Awal Termodinamika : dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya. Hukum Pertama Termodinamika : perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem. Hukum kedua Termodinamika : terkait dengan entropi. Pernyataan clausius: tidak mungkin suatu sistem apapun bekerja sedemikian rupa sehingga hasil satu-satunya adalah perpindahan energi sebagai panas dari sistem dengan temperatur tertentu ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi. Pernyataan kelvin-planck: tidak mungkin suatu sistem beroperasi dalam siklus termodinamika dan memberikan sejumlah netto kerja kesekeliling sambil menerima energi panas dari satu reservoir termal. Hukum ketiga : terkait dengan temperatur nol  absolut yang menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum.
*    Batasan keberlakuan materi Hukum termodinamika yang kita kaji saat ini merupakan hasil dari pemikiran para ilmuwan terdahulu. Suatu hukum akan berlaku dan terus digunakan selama belum adanya hukum baru yang dapat menyangkalnya, inilah hakikat ilmu, dimana cenderung menggunakan pendekatan falsifity. Sebagaimana ketentuan tersebut maka berlaku pula pada hukum termodinamika ini.
*    Common good  Dari setiap ujian yang telah dilakukan, dapat kami ambil kesimpulan bahwa soal yang diberikan butuh pemikiran ekstra dalam mengerjakannya. Jika kita kurang paham, maka sumber-sumber yang telah disiapkan seperti buku maupun catatan-catatan lain tidak serta merta memberi jawaban. Suatu saat nanti, proses ujian seperti ini dapat saya jadikan contoh dalam pembuatan soal saat kami telah terjun kelapangan.

Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran