banner

Pengukuran

1. Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Setelah kamu mengetahui besaran- besaran IPA, sekarang coba perhatikan kembali tabel pada tugas yang kamu lakukan. Dari seluruh besaran IPA yang telah kamu pilih tersebut, adakah besaran yang menjadi dasar penentuan besaran lain? Coba sebutkan, besaran apakah itu? Besaran yang berdiri sendiri disebut besaran pokokdan besaran yang merupakan gabungan dari beberapa besaran pokok disebut besaran turunan. Misalnya, besaran volume, kamu telah mengetahui bahwa satuan volume adalah meter kubik (m3). Artinya, volume merupa kan gabungan dari beberapa besaran yang memiliki satuan meter. Besaran yang memiliki satuan meter adalah panjang. Jadi, dapat dikatakan bahwa volume merupakan besaran turunan karena diturunkan dari beberapa besaran pokok. Adapun besaran panjang termasuk besaran pokok karena berdiri sendiri.
2. Sistem Internasional
Suatu besaran kadang-kadang menggunakan satuan yang tidak sama walaupun satuan tersebut setara. Contohnya besaran panjang, kamu dapat menggunakan satuan milimeter, sentimeter (cm), inchi, meter, depa, jengkal, hasta, dan kaki. Manakah di antara besaran tersebut yang benar? Tentu semuanya benar, tetapi tidak ada ke seragamanyang menyeluruh dan berlaku secara internasional. Mengapa diperlukan sistem satuan internasional?
Kesulitan di atas juga dirasakan pada zaman dahulu ketika suatu negara memiliki sistem satuan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, di dalam pengukuran diperlukan adanya sistem satuan yang bersifat internasional sehingga satuan- satuan tersebut dapat dimengerti oleh siapa pun di berbagai negara. Pada 1960, telah ditetapkan suatu perjanjian inter nasional tentang sistem satuan internasional yang disingkat SI. Syarat satuan sistem internasional adalah:
a. tetap, satuan tersebut tidak mengalami perubahan dalam keadaan apapun;
b. dapat digunakan secara internasional;
c. mudah dipahami.
Ketika kamu mengukur dengan satuan jengkal, pasti di berbagai negara ukuran benda yang sama tidak akan memiliki hasil pengukuran yang sama karena ukuran jengkal tiap orang berbeda-beda. Pengukuran semacam ini disebut peng ukuran dengan satuan tidak baku. Adapun pengukuran dengan satuan yang standar dan diakui secara internasional, misalnya meter, hasil pengukurannya akan sama. Pengukuran semacam ini disebut pengukuran dengan satuan baku. Telah ditetapkan bahwa Sistem Internasional (SI), mencakup tujuh besaran pokok dengan satuan- satuan berikut.
Dari ketujuh besaran pokok tersebut, besaran yang akan kamu pelajari adalah besaran yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu panjang, massa, waktu dan suhu. Satuan- satuan yang lebih besar atau lebih kecil dari SI di hubungkan pada satuan pokok dengan memberi awalan. Awalan-awalan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
Untuk memudahkan mengubah satu satuan SI ke satuan yang bukan SI atau sebaliknya, digunakan tangga satuan.
Cara menggunakan tangga tersebut, yakni setiap naik satu langkah bilangan asal dibagi sepuluh.Kemudian, setiap turun satu langkah, bilangan asal dikali sepuluh.

Materi pembuka pengukuran

Coba kamu ukur panjang meja dengan menggunakan sebuah pensil.Ukurlah sekali lagi panjang meja tersebut, tetapi dengan menggunakan pensil yang kedua.Bandingkan hasil dari kedua pengukuranmu.Kedua hasil pengukuran panjang meja tersebut berbeda.Mengapa demikian?Hal ini disebabkan panjang pensil yang kamu gunakan berbeda. Jika meng gunakan panjang pensil, hasil pengukuran terhadap benda yang sama akan diperoleh hasil pengukuran berbeda. Pengukuran seperti demikian tidak dapat digunakan dalam IPA. Dalam IPA, hasil pengukuran nilai besaran benda yang sama harus menghasilkan nilai tertentu. Nilai tersebut sama meskipun pengukurannya dilakukan oleh orang yang berbeda. Untuk mengetahui lebih jelas, pelajari bahasan- bahasan pada bab ini dengan saksama.
Coba kamu ukur panjang meja dengan menggunakan sebuah pensil.Ukurlah sekali lagi panjang meja tersebut, tetapi dengan menggunakan pensil yang kedua.Bandingkan hasil dari kedua pengukuranmu.Kedua hasil pengukuran panjang meja tersebut berbeda.Mengapa demikian?Hal ini disebabkan panjang pensil yang kamu gunakan berbeda. Jika meng gunakan panjang pensil, hasil pengukuran terhadap benda yang sama akan diperoleh hasil pengukuran berbeda. Pengukuran seperti demikian tidak dapat digunakan dalam IPA. Dalam IPA, hasil pengukuran nilai besaran benda yang sama harus menghasilkan nilai tertentu. Nilai tersebut sama meskipun pengukurannya dilakukan oleh orang yang berbeda. Untuk mengetahui lebih jelas, pelajari bahasan- bahasan pada bab ini dengan saksama.

Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran