Pada uraian sebelumnya, kita telah membahas bahwa semua materi atau
zat yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari merupakan kumpulan
dari satu macam atau lebih partikel yang sangat kecil. Di kelas VIII
nanti kamu akan belajar bahwa partikel-partikel terkecil penyusun zat
ada tiga macam, yaitu atom, ion, dan molekul. Dalam pembahasan kali ini
kita belum perlu untuk membedakan jenis-jenis partikel terkecil
tersebut.Dalam keadaan berwujud padat, suatu zat tersusun atas
partikel-partikel terkecil dari zat tersebut.Partikel tersebut teratur
susunannya dan masing-masing tetap berada pada tempatnya (tidak
berpindah tempat) disebabkan ikatan yangkuat antarpartikel (lihat Gambar
3.4 a).Namun, partikel- partikel tersebut masih tetap membuat gerakan
berupa getaran (vibrasi) di tempatnya masing-masing. Getaran ini akan
semakin cepat dengan bertambahnya suhu zat. Jika kecepatan getaran ini
terus meningkat, suatu saat ikatan antarpartikelnya tidak mampu lagi
mem pertahankan keteraturan dalam susunannya. Perubahan susunan partikel
dari teratur menjadi tidak teratur, akan teramati oleh mata kita
sebagai peristiwa meleleh atau mencair. Suhu pada saat zat meleleh
disebut titik leleh. Sebagai contoh, air memiliki titik leleh 0
oC
pada tekanan 1 atm. Titik leleh suatu zat sama dengan titik bekunya (
suhu saat zat membeku). Dalam keadaan berwujud cair, jarak
antarpartikel terkecil dari suatu zat masih relatif berdekatan, namun
sudah tidak memiliki susunan lagi atau tidak beraturan (lihat Gambar 3.4
b). Ikatan antara satu partikel dan partikel lainnya lemah sehingga
tiap-tiap partikel bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Seperti halnya zat padat, gerakan partikel-partikel dalam zat cair
akan semakin cepat dengan bertambahnya suhu. Jika gaya tarik
antarpartikel tidak mampu menahan kecepatan gerakan ini, partikel
tersebut akan meninggalkan kelompok partikel-partikel lain atau disebut
juga menguap.
Dengan semakin tingginya suhu, partikel-partikel yang meninggalkan
kelompoknya akan semakin banyak. Jika suatu cairan sudah memiliki atau
mencapai suhu tertentu, pemanasan tidak akan dapat menaikkan suhu
cairan ter- sebut. Suhu pada saat pemanasan suatu cairan tidak lagi
menghasilkan kenaikan suhu merupakan titik didih cairan tersebut.
Sebagai contoh, titik didih air murni pada tekanan satu atmosfer adalah
100oC.
Dalam keadaan berwujud gas, suatu zat tersusun atas
partikel-partikel terkecil dari zat tersebut yang tidak teratur
susunannya. Jarak antarpartikelnya lebih besar dibandingkan jarak
antarpartikel dalam keadaan zat tersebut berwujud cair (lihat Gambar
3.4 c). Setiap partikel dapat bergerak bebas dalam ruangan yang
ditempatinya dan tidak ada gaya tarik lagi antarpartikelnya. Seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam setiap wujud zat, antarpartikel
terkecil penyusun materi dipisahkan oleh ruang hampa (vakum). Perubahan
wujud suatu zat terjadi karena adanya per ubahan dalam susunan
partikel terkecil zat tersebut. Perubahan struktur antarpartikel bisa
terjadi dari satu bentuk ke bentuk lain. Berikut ini daftar seluruh
perubahan struktur dan wujud yang dapat terjadi pada wujud zat beserta
nama peristiwanya.