banner

Persamaan Shcrodinger



Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia

A. Intisari  KuliahTgl 24 November 14


Pada pertemuan ini diawali dengan membahas beberapa pertanyaan yang diajukan, diantaranya:
1.   Mengapa ada beda pendapat antara ilmuwan?, hal ini karena para ilmuwan memiliki asumsi awal yang berbeda, jadi pendapat yang disimpulkannya pun berbeda.
2.   Mengapa teori Quantum berpedoman pada TR? Apa bedanya?. Teori Quantum berpedoman pad teori Teori Relativitas hanya pada dampak Energi, Momentum dan massa pada kec. Mendekati cahaya, sedangkan perbedaannya adalah Teori Quantum tentang peristiwa yang kecepatannya < .
3.   Pada kasus paradoks kembar, bagaimana keadaan biologis keduanya?. Masing-masing keadaan biologisnya sama dengan lajunya, hanya karena diamati sambil ada gerak terhadap yang lain, majunya waktu tampak beda.
4.   Jika benda dipandang sebagai gelombang seharusnya wujudnya tidak nyata, mengapa tampak nyata?, hal itu terjadi karena benda tersebut menyerap dan memancarkan cahaya yang tampak oleh mata kita.
5.   Mengapa dalam TRK, P digabung dengan E?, karena keduanya merupakan kompenen dari konsep.
6.   Mengapa frekuensi dapat  mengait ke dilatasi waktu?, karena frekuensi mengukur jumlah getaran perdetik dan jarak dua posisi getaran yang tercakup didalamnya.
Persamaan Shcrodinger:
A. Pertanyaan : Dalam penjelasan pertemuan ini, kami menangkap bahwa ketika E<V , berdasarkan mekanika klasik maka tidak mungkin partikel berada disebelah kanan karena energy kinetiknya akan negative, apakah hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan efek fotolistrik?
ü Menurut kami ada kesamaan konsep antara keduanya, karena pada percobaan efekfotolistrik ada yang disebut sebagai stoping potential dimana hal tersebut menunjukan ambang batas sebuah logam, artinya ketika E<v, maka elektronnya tidak dapat terlepas dari logam tersebut.
B.  Hasil  Refleksi : Materi tentang persamaan schrodinger dimana kita memposisikan sebagai schrodinger yang menemukan persamaan tersebut dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan diatas, pemikiran yang luar biasa ini dapat menjadi acuan kita dalam pemecahan masalah potensial tertentu. Persamaan schrodinger biasanya berlaku untuk kasus, kotak 1 D, osilator harmonic dan atom Bohr.
C. Hasil Refleksi Keberlakuan : Persamaan Schrodinger ini tentu saja digunakan untuk pemecahan yang berlaku bagi suatu keadaan (situasi tertentu) saja, untuk situasi yang lain perlu dicari lagi pemecahan baru bagi persamaan yang berkaitan dengan situasi tersebut. Pemecahan-pemecahan kasus seperti ini tidak dapat dibuktikan secara percobaan (empiris) karena tidak adanya hasil percobaan yang dapat dijadikan perbandingan maka hal ini hanya dapat memberikan gambaran secara matematisnya.
D. Common good : Dari pembelajaran ini, dapat kami simpulkan bahwa ketika sesuatu hal tidak dapat dibuktikan secara percobaan (diamati), akan tetapi kita dapat menggunakan pendekatan –pendekatan yang dapat hal tersebut menjadi lebih jelas dan gamblang semisal hal yang dilakukan oleh Schrodinger ini dengan pendekatan secara matematis maka dapat membuat suatu kasus/ masalah dapat memiliki penyelesaian yang lebih jelas. Hal ini lah yang harus dipahamkan pada anak didik kita, karena pernah ada yang bertanya mengapa harus belajar hal-hal seperti ini padahal menurut mereka hal tersebut tidaklah penting. Maka hal ini dapat menjawab pertanyaan mereka, ketika hal yang sulit dibuktikan secara nyata tapi dengan cara matematis menjadi dapat diperhitungkan dan menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
 


Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran