Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
A.
Segi termenarik yang ditemukan dalam suatu jurnal
Perkembangan pengetahuan pada abad ke-20 diawali
dengan pertanyaan sederhana tentang partikel dan gelombang yang kemudian
diujicobakan dengan percobaan mikroskopis. Pada percobaan mikrokopis subatomik
diperoleh kesimpulan bahwa partikel hanya berada pada tempat dan waktu
tertentu, sedangkan gelombang dapat berada dibeberapa tempat dalam waktu yang bersamaan.
Percobaan tersebut menunjukkan fenomena dualisme gelombang. Ternyata dengan
persamaan matematis, Fisikawan dapat mengungkapkan dan mengaplikasikan fenomena
subatomik secara nyata, namun secara filsafat hal tersebut membingungkan.
Salah satu interpretasi yang paling berpengaruh pada
fisika kuantum adalah Neils Bohr yang disebut interpretasi Conpenhagen. Tetapi hal
tersebut tidak dapat diterima oleh orang yang beraliran pragmatisme dan
epistemologi. Paham pragmatisme adalah aliran filsafat yang menekankan pengamatan penyelidikan dengan
eksperimen, serta kebenaran yang mempunyai sebab akibat yang memuaskan. Fenomena subatomik seperti foton dan
elektron adalah objek yang dapat didefinisikan setelah melakukan pengukuran
dengan alat mikroskopis. Einstein menyakini bahwa pengetahuan tidak hanya hasil
dari cara kerja alam tetapi juga karena hubungan antara konsepsi manusia dengan
alam.
Teori kuantum bukan teori yang utuh dan secara
keseluruhan dimengerti sampai sekarang. Bell dan Aspect menyetujui hasil
eksperimental secara yakin. Dalam dunia kuantum, hal tersebut ada kesalahan
dalam berpikir. Fenomena kuantum adalah hal yang tersembunyi dan bebas, tidak berpengaruh
dengan kondisi alam. Sebagian besar fisikawan abad ini juga mengadopsi cara
yang digunakan Newton dalam eksperimennya yang berdasarkan paham pragtisme
bukan sebagai spekulasi tetapi secara nyata dalam pengukuran yaitu Newton dalam
menghadapi gravitasi. Einstein melakukan eksperimentasi
matematis yang menghasilkan sebuah konsep yang disebut dengan EPR Paradox. Dari
eksperimen ini mereka berargumentasi bahwa fisika kuantum belum lengkap dalam
mendeskripsikan kenyataan fisik. Mereka berkeyakinan bahwa di dalam fisika
kuantum masih ada sesuatu yang masih belum terungkap (the hidden variable).
B.
Spesifikasi Sumber
Buku Science
and the Human Prospect by Ronald C. Pine (1999)
pada Chapter 8 (Quantum Theory and Reality) Hal 212-244
atau softcopy yang
bisa diminta dari bapak A Rusli atau mahasiswa dari Bapak Rusli.
C.
Pertanyaan & dugaan jawaban
Mengapa ada yang
menyatakan bahwa teori kuantum tidak mudah untuk dipelajari?
ü Karena teori kuantun sangat kompleks yang berada pada dunia micro yang
tidak terbatas. Substansi
dalam dunia mikro tidak dapat kita lihat secara langsung dan sama sekali berbeda
dengan dunia makro, dunia yang biasa kita lihat. Dimana ukuran dunia micro itu
lebih kecil dari sepersepuluh juta milimeter.
Dunia yang lebih kecil daripada penyusun benda yaitu atom.
D.
Hasil refleksi tentang pemanfaatan
materi
Diakhir abad 19 para
ilmuwan menginvestigasi benda-benda atom yang sangat kecil sehingga terbukalah dunia baru yang dikenal sebagai mekanika
kuantum, fisika kuantum atau teori kuantum. Quantum
dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagian-bagian yang sangat
kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul
dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu
tersusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel subatomik
yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta.
E.
Hasil refleksi tentang batas-batas keberlakuan materi tersebut.
Dalam ilmu filsafat, teori
quantum berlaku pada kemampuan imajinasi manusia tanpa batas namun “kebodohan“ yang
tidak diketahui manusia jumlahnya tidak terbatas sedangkan yang disebut pengetahuan
manusia jumlahnya sangatlah terbatas, makanya ada program “quantum learning” yaitu
mengajar anak didik berpikir tanpa batas, karena merekalah yang akan menjadi
ujung tombak sience.
F.
Satu niat kecil konkret dengan materi itu, common good
Segala sesuatu yang belum kita amati dan belum
kita ukur belumlah merupakan kenyataan. Dalam pembelajaran, kami akan menekankan
sikap ilmiah dan berpikir “tanpa batas” terhadap
anak didik kami,
sebagai upaya mengembangkan potensi mereka dan sikap menghargai ilmu
pengetahuan sebagai sebuah penemuan para ahli terdahulu. Dengan begitu
diharapkan anak didik kita dapat terbentuk pola pikir dan sikap ilmiah seperti
para ilmuwan yang telah mendedikasikan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Saya bukanlah scientist melainkan pemanfaat science. Dalam
hidup saya, sebagai hamba Tuhan dan sebagai manusia dengan jiwa dan kesadaran,
science adalah penunjang keyakinan.