Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Asesmen Afektif Ranah afektif merupakan ranah yang
berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti
perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap
seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan
kognitif tingkat tinggi. Istilah
afektif dipergunakan untuk mengidentifikasi dimensi perasaan dan kesadaran
siswa (the feeling dimension of consciousness) - emosi di dalam,
perilaku, atau keinginan yang mempengaruhi pemikiran dan tindakan kita. Seperti
pencapaian/prestasi (achievement), affektif merupakan suatu
karakteristik manusia yang multidimensional, termasuk perilaku (attitude),
nilai, dan minat.
Tingkatan ranah afektif menurut taksonomi Krathwohl ada lima,
yaitu: (1) Receiving
atau attending (menerima atau memperhatikan), (2) Responding (menanggapi) mengandung arti
“adanya partisipasi aktif”, (3) Valuing (menilai=menghargai). (4) Organization
(mengatur atau mengorganisasikan), dan (5) Characterization by evalue or
calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai),
Ada 5 (lima) tipe karakteristik afektif yang penting, yaitu sikap,
minat, konsep diri, nilai, dan moral (Depdiknas, 2008)
Berdasarkan jenis afektif yang diungkapkan Anderson, maka
jenis-jenis afektif adalah : Perilaku (attitude), Minat
(interest),
Motivasi (motivation), Nilai
(school-related value), Pilihan (preferences), Konsep akademis diri (academic
self-concept) dan Tempat pengontrolan (locus of control).
Tipe-tipe afektif bervariasi dalam tiga dimensi penting, diantaranya:
1.
Berkenaan dengan perasaan tentang objek yang berbeda. Attitude dan nilai
dapat difokuskan pada rentang objek yang tak terbatas, sedangkan academic
self-concept memiliki fokus sentral yang lebih terbatas.
2.
Variasi dalam arahnya. Berfikir tentang afektif merupakan perluasan keluar
dan titik netral dalam arah secara kontinyu dan positif ke negatif
3. Variasi dalam intensitasnya. Perasaan
dan nertal dan arahnya secara extrim dapat menjadi positif dan negatif yang
sangat kuat.
Terdapat empat tipe penilaian
yang relevan untuk menilai afektif yaitu metode kertas dan pencil yang bertumpu pada respon terbatas atau essay,
penilaian performa, dan penilaian personal komunikasi antar siswa.
Pengukuran ranah afektif tidaklah semudah mengukur ranah
kognitif. Pengukuran ranah afektif tidak dapat dilakukan setiap saat (dalam
arti pengukuran formal) karena perubahan tingkah laku siswa tidak dapat berubah
sewaktu-waktu. Pengubahan sikap seseorang memerlukan waktu yang relatif lama.
Demikian juga pengembangan minat dan penghargaan serta nilai-nilai (Arikunto,
S. 2010:177-178). Tujuan penilaian afektif
adalah:
a.
Untuk mendapatkan umpan
balik (feedback) baik bagi guru
maupun siswa sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan
mengadakan program perbaikan(remedial
program) bagi siswanya.
b.
Untuk mengetahui
tingkat perubahan tingkah laku siswa yang dicapai yang antara lain diperlukan
sebagai bahan bagi: perbaikan tingkah laku siswa, pemberian laporan kepada
orang tua, dan penentuan lulus tidaknya
siswa
c.
Untuk menempatkan siswa
dalam situasi belajar-mengajar yng tepat, sesuai dengan tingkat pencapaian dan
kemampuan serta karakteristik siswa
d.
Untuk mengenl latar
belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah lku siswa (Depdikbud, 1993:2)
Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam melakukan
penilaian afektif adalah :
1.
Jujur, untuk meningkatkan kepercayaan
2.
Tetap dalam batas-batas bahwa guru adalah sebagai pendidik profesional dan
sebagai anggota dari komunitas yang besar
3.
Karakteristik afektif yang dinilai adalah yang berhubungan dengan sekolah (Stiggins,
1994):
Asesmen Kognitif Ranah
kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak).
Segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah
kognitif. Ranah kognitif memiliki enam aspek,
yaitu:
1.
MENGENAL (RECOGNITION) à Dalam pengenalan siswa diminta untuk
memilih satu dari dua atau lebih jawaban memilih satu dari dua atau lebih
Jawaban Mengungkap/mengingat kembali (recall) Siswa diminta untuk mengingat
kembali satu atau lebih fakta0fakta yang sederhana.
2.
PEMAHAMAN(COMPREHENSION) à Siswa diminta untuk membuktikan bahwa
siswa memhami hubungan yang memhami hubungan yang sederhana diantara
fakta-fakta atau konsep.
3.
PENERAPAN ATAU APLIKASI(APPLICATION) à Siswa dituntut memiliki kemampuan
untuk menyeleksi atau memilih suatu abstraksi tertentu (konsep, hukum, dalil,
tertentu (konsep, hukum, dalil, aturan, gagasan, cara) secara tepat untuk
diterapkan dalam suatu situasi baru dan menerapkannya secara benar.
4.
ANALISIS ( ANALYSIS) à Siswa diminta untuk menganalisis suatu
hubungan atau situasi hubungan atau situasi yang kompleks atas konsep-konsep
dasar.
5.
SINTESIS(SYNTHESIS) à Meminta siswa menggabungkan atau
menyusun kembali menyusun kembali (reorganize) hal-hal yang sfesifik agar dapat
mengembangkan suatu struktur baru
6.
EVALUASI(EVALUATION) à Siswa mampu menerapkan pengetahuan
dan kemampuan yang telah kemampuan yang telah dimiliki untuk menilai sesuatu
kasus yang diajukan oleh penyusun soal.
Tujuan aspek kognitif berorientasi pada
kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana,
yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa
untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau
prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian
aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling
tinggi yaitu evaluasi.
Upaya
pengembangan fungsi koqnitif akan berdampak positif bukan hanya terhadap
koqnitif sendiri, melainkan terhadap afektif dan psikomotor. Ada dua macam
kecakapan koqnitif siswa yang perlu dikembangkan
secara khusus oleh guru yaitu:
1.
Strategi belajar
memahami isi materi pelajaran
2.
Strategi menyakini
arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta menyerap pesan-pesan
moral yang terkandung di dalam materi tersebut.