banner

PETA KONSEP


Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Peta konsep adalah hubungan yang bermakna antara satu konsep dengan konsep lainnya yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit tertentu.
Berfungsi untuk : menyelidiki apa yang diketahui siswa, mempelajari cara belajar, mengungkap konsepsi salah dan alat evaluasi.
Terdapat tiga hal penting melalui peta konsep yang dapat digunakan untuk memberikan assesmen kepada siswa:
1.   Peta konsep menampilkan tugas khas yang tidak dimiliki oleh alat lain, yaitu membangun hubungan antar konsep yang ada pada materi tertentu secara konprehensif.
2.   Peta konsep memiliki format yang jelas menunjukkan apa yang harus ada, yaitu konsep - konsep dan hubungan antar konsepnya.
3.   Peta konsep memiliki sistem scoring atau urutan pemahaman keluasan konsep dari proposisi yang telah ditemukan.
Pedoman guru membantu siswa untuk terampil membuat peta konsep sesuai dengan yang diharapkan :
1.   Arahkan siswa untuk secara jelas melihat sifat dan peranan konsep-konsep dan hubungan antar konsep sesuai dengan buku yang dianjurkan oleh guru.
2.   Pahamkan siswa untuk mengkaji konsep saat belajar baik di sekolah ataupun di rumah, dan yang dimunculkan adalah struktur kognitif dalam bentuk proposisi.
3.   Proposisi yang terbentuk bukan kalimat yang seperti tertulis dibuku, melainkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep dan kata sambung antar konsep itu.
4.   Usahakan mengeluarkan konsepnya dari buku yang memang mereka pelajari.
5.   Latih siswa untuk membuat proposisi melalui sumber bacaan yang telah ditentukan oleh guru.
Ciri-ciri peta konsep:
1.   Peta konsep ialah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi dari suatu bidang studi. Jadi dengan membuat peta konsep, siswa dapat melihat bidang studi itu lebih jelas dan mempelajarinya lebih bermakna.
2.   Suatu peta konsep merupakan suatu gambar dua dimensi dari suatu bidang studi atau suatu bagian dari bidang studi. Ciri inilah yang memperlihatkan hubungan-hubungan proporsional antar konsep-konsep.
3.   Cara menyatakan hubungan antar konsep-konsep. Tidak semua mempunyai bobot yang sama. Ini berarti, bahwa ada beberapa konsep yang lebih umum dari pada konsep-konsep yang lain.
4.   Hirarki, Bila dua atau lebih konsep yang digambarkan di bawah suatu konsep yang lebih inklusif, terbentuklah hirarki pada peta konsep itu.
Langkah-langkah pengembangan peta konsep oleh guru:
1.   Menuliskan di atas kertas seluruh konsep atau nama topik yang berkaitan dengan bidang umum yang akan diajarkan.
2.   Memperhatikan adanya fakta-fakta (contoh-contoh) khusus yang penting untuk dipelajari siswa.
3.   Memilih konsep yang paling umum dan tempatkan di bagian atas kertas.
4.   Menambahkan berikutnya konsep yang lebih khusus di bawah konsep umum tadi. Hubungkan keduanya dengan garis penghubung yang diberi label penghubung.
5.   Setelah penulisan konsep yang lebih khusus di baris kedua, melanjutkan penulisan konsep lain yang lebih khusus di baris ketiga, dan seterusnya.
6.   Melengkapi dengan garis penghubung antar konsep sehingga seluruh hirarki menyerupai piramida. Jangan lupa menuliskan label penghubung pada garis tersebut untuk menunjukkan keteraturan antar konsep.
7.   Setelah seluruh peta konsep terbentuk, menandai konsep khusus yang terutama menarik bagi siswa atau tingkat kesulitannya tepat bagi siswa.

PETA PIKIRAN
Diciptakan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. Mind Map adalah hak merek dan hak cipta dari The Buzan Organization, Ltd. Peta pikiran adalah cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan informasi dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier.
Aplikasi : mencatat, meringkas, menulis kreatif dan pengajaran
Sifat : Individu, Kategori tergantung pembuat dan Tidak memiliki kaitan yang erat antar elemen
Komponen utama : topik sentral, topik utama dan sub topik.
Hukum Peta Pikiran
·       Kertas : Landscape, kertas putih, dan ukuran A3 atau A4
·       Garis : Tebal/tipis dan kebermaknaan
·       Kata : satu kata per garis, kata kunci, ukuran huruf dan penegasan: highlight dan bold
·       Gambar : Logo, ikon, foto dan hak cipta
·       Warna : Kontras dan relevan
·       Struktur :
-   Pusat : di tengah kertas, berupa gambar, diberi judul, warna-warni dan tidak dibingkai
-   Cabang Utama : Basic Ordering Index (BOI), bentuk cabang organic line, berupa sub bab, memancar ke segala arah, warna berbeda tiap cabang dan maksimal 7
-   Cabang : terhubung 1 dengan lainnya, memancar ke segala arah dan makin ke luar makin tipis
Kelebihan mind map:
·  Dapat merekan lebih banyak dalam waktu yang sama.
·  Membantu konsentrasi pada struktur informasi dan hubungan antar ide-ide yang tidak terkoneksi.
·  Dapat melihat hubungan dari informasi yang diterima.
·  Menambah ringkasan yang lebih mudah diingat.
·  Mind map dapat mencangkup materi yang lebih banyak.
Kelemahan mind map:
·  Sulit dibaca orang lain.
·  Dapat menjadi terlalu kompleks.
·  Memerlukan banyak waktu.
·  Mind map akan susah dibuat bagi anak yang kurang memiliki kemampuan menggambar.
·  Jumlah detail informasi yang dapat dimasukkan.
Perbedaan Peta Pikiran dan Peta Konsep
Keterangan
Peta Pikiran
Peta Konsep
Struktur
fleksibel à branching out
fleksibel à radial
Level kesulitan
medium à tinggi
rendah
Ekstensibilitas
terbatas
terbuka
Memorabilitas
rendah
medium à tinggi
Dipahami orang lain
mudah
sulit



Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran