Peta
konsep adalah
hubungan yang bermakna antara satu konsep dengan
konsep lainnya yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit tertentu.
Berfungsi
untuk : menyelidiki apa yang diketahui siswa, mempelajari cara belajar, mengungkap
konsepsi salah dan alat evaluasi.
Terdapat tiga hal penting melalui
peta konsep yang dapat digunakan untuk memberikan
assesmen kepada siswa:
1.
Peta konsep menampilkan tugas khas yang tidak
dimiliki oleh alat lain, yaitu membangun hubungan antar konsep yang ada pada
materi tertentu secara konprehensif.
2.
Peta konsep memiliki format yang jelas menunjukkan
apa yang harus ada, yaitu konsep - konsep dan hubungan antar konsepnya.
3.
Peta konsep memiliki sistem scoring atau urutan
pemahaman keluasan konsep dari proposisi yang telah ditemukan.
Pedoman guru membantu
siswa untuk terampil membuat peta konsep sesuai dengan yang diharapkan :
1.
Arahkan siswa untuk secara jelas melihat sifat dan
peranan konsep-konsep dan hubungan antar konsep sesuai dengan buku yang
dianjurkan oleh guru.
2.
Pahamkan siswa untuk mengkaji konsep saat belajar
baik di sekolah ataupun di rumah, dan yang dimunculkan adalah struktur kognitif
dalam bentuk proposisi.
3.
Proposisi yang terbentuk bukan kalimat yang seperti
tertulis dibuku, melainkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep dan kata
sambung antar konsep itu.
4.
Usahakan mengeluarkan konsepnya dari buku yang
memang mereka pelajari.
5.
Latih siswa untuk membuat proposisi melalui sumber
bacaan yang telah ditentukan oleh guru.
Ciri-ciri peta konsep:
1. Peta
konsep ialah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan
proposisi-proposisi dari suatu bidang studi. Jadi dengan membuat peta konsep,
siswa dapat melihat bidang studi itu lebih jelas dan mempelajarinya lebih
bermakna.
2. Suatu
peta konsep merupakan suatu gambar dua dimensi dari suatu bidang studi atau
suatu bagian dari bidang studi. Ciri inilah yang memperlihatkan
hubungan-hubungan proporsional antar konsep-konsep.
3. Cara
menyatakan hubungan antar konsep-konsep. Tidak semua mempunyai bobot yang sama.
Ini berarti, bahwa ada beberapa konsep yang lebih umum dari pada konsep-konsep
yang lain.
4. Hirarki,
Bila dua atau lebih konsep yang digambarkan di bawah suatu konsep yang lebih
inklusif, terbentuklah hirarki pada peta konsep itu.
Langkah-langkah
pengembangan
peta konsep oleh guru:
1. Menuliskan
di atas kertas seluruh konsep atau nama topik yang berkaitan dengan bidang umum
yang akan diajarkan.
2. Memperhatikan
adanya fakta-fakta (contoh-contoh) khusus yang penting untuk dipelajari siswa.
3. Memilih
konsep yang paling umum dan tempatkan di bagian atas kertas.
4. Menambahkan
berikutnya konsep yang lebih khusus di bawah konsep umum tadi. Hubungkan
keduanya dengan garis penghubung yang diberi label penghubung.
5. Setelah
penulisan konsep yang lebih khusus di baris kedua, melanjutkan penulisan konsep
lain yang lebih khusus di baris ketiga, dan seterusnya.
6. Melengkapi
dengan garis penghubung antar konsep sehingga seluruh hirarki menyerupai
piramida. Jangan lupa menuliskan label penghubung pada garis tersebut untuk
menunjukkan keteraturan antar konsep.
7. Setelah
seluruh peta konsep terbentuk, menandai konsep khusus yang terutama menarik
bagi siswa atau tingkat kesulitannya tepat bagi siswa.
PETA PIKIRAN
Diciptakan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. Mind Map adalah hak merek
dan hak cipta dari The Buzan Organization, Ltd. Peta pikiran adalah
cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan
informasi dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier.
Aplikasi :
mencatat, meringkas, menulis kreatif dan pengajaran
Sifat
: Individu,
Kategori tergantung pembuat dan Tidak memiliki kaitan yang erat antar elemen
Komponen utama : topik sentral,
topik utama dan sub topik.
Hukum Peta Pikiran
· Kertas
: Landscape, kertas putih, dan ukuran A3 atau A4
· Garis
: Tebal/tipis dan kebermaknaan
· Kata
: satu kata per garis, kata kunci, ukuran huruf dan penegasan: highlight dan bold
· Gambar
: Logo, ikon, foto dan hak cipta
· Warna
: Kontras dan relevan
· Struktur
:
- Pusat
: di tengah kertas, berupa gambar, diberi judul, warna-warni dan tidak
dibingkai
- Cabang
Utama : Basic Ordering Index (BOI), bentuk cabang organic line, berupa sub bab, memancar ke segala arah, warna
berbeda tiap cabang dan maksimal 7
- Cabang
: terhubung 1 dengan lainnya, memancar ke segala arah dan makin ke luar makin
tipis
Kelebihan mind map:
· Dapat merekan lebih banyak dalam waktu yang sama.
· Membantu konsentrasi pada struktur informasi dan hubungan antar ide-ide
yang tidak terkoneksi.
· Dapat melihat hubungan dari informasi yang diterima.
· Menambah ringkasan yang lebih mudah diingat.
· Mind map dapat mencangkup materi yang lebih banyak.
Kelemahan mind map:
· Sulit dibaca orang lain.
· Dapat menjadi terlalu kompleks.
· Memerlukan banyak waktu.
· Mind map akan susah dibuat bagi anak yang kurang memiliki kemampuan
menggambar.
· Jumlah detail informasi yang dapat dimasukkan.
Perbedaan Peta Pikiran dan Peta Konsep
Keterangan
|
Peta Pikiran
|
Peta Konsep
|
Struktur
|
fleksibel à branching out
|
fleksibel à
radial
|
Level kesulitan
|
medium à
tinggi
|
rendah
|
Ekstensibilitas
|
terbatas
|
terbuka
|
Memorabilitas
|
rendah
|
medium à
tinggi
|
Dipahami orang lain
|
mudah
|
sulit
|