Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Ø
Suatu
metode asesmen yang meminta siswa untuk memperlihatkan keterampilan.
Ø
Memberi
peluang guru untuk mengukur berbagai pencapaian yang tidak dapat dijangkau dengan
metode tes tertulis.
Ø
Memungkinkan
guru mengamati siswa saat sedang bekerja, melakukan tugas belajar, atau guru
dapat menguji hasil-hasil yang dapat dicapai siswa, serta mempertimbangkan
tingkat penguasaan / kecakapan. (Stiggins, R.J. 1994)
Langkah-langkah Penyusunan Asesmen Kinerja
Ø
Fase
I : Mendefinisikan Kinerja : Tentukan jenis
kinerja yang akan di ases,
Identifikasi siapa yang akan mengases, Menentukan Fokus yang di ases (individu atau kelompok) dan Menetapkan
kriteria kinerja
Ø
Fase
II : Mendesain Latihan-latihan Kinerja : Sifat Latihan, Isi Latihan
dan Jumlah Latihan
Ø
Fase
III : Melakukan
Penskoran dan Pencatatan Hasil :
Teknik Penskoran dan Pencatatan Hasil
Metode Pencatatan
pada Asesmen Kinerja ;
daftar cek, skala peringkat, catatan anekdot, dan catatan mental.
Kelebihan Asesmen Kinerja
Ø
Dapat
mengobservasi pengaplikasian prosedur
Ø
Penilaian
kinerja dapat menilai proses dan produk pembelajaran.
Ø
Dengan
penilaian kinerja dapat mencapai pembelajaran bermakna dan membantu memotivasi
siswa.
Ø
Penggunaan
penilaian kinerja memperluas pendekatan untuk penilaian.
Ø
Penggunaan
penilaian kinerja memungkinkan hasil dalam pengajaran yang lebih baik.
Ø
Penilaian
kinerja dapat mengukur kemampuan yang tidak dapat diukur menggunakan alat
penilaian lainnya.
Kelemahan Asesmen Kinerja
Ø
Pada
kenyataannya ada hal-hal yang dapat membatasi penggunaan penilaian kinerja,
seperti persyaratan dan material peralatan yang dibutuhkan
Ø
Siswa
yang merasa sukses dalam hal konsep (mengingat) biasanya merasa terintimidasi.
Ø
Penilaian
kinerja cukup memakan waktu dan sangat kompleks.
Bentuk Asesmen Kinerja : Task (tugas) dan Rubrik
Asesmen Kinerja Keterampilan Proses
Penilaian keterampilan proses merupakan penilaian
yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.
Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang
menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti praktik di
laboratorium, presentasi, diskusi, dll.
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian keterampilan proses, antara lain:
1. Langkah-langkah
kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu
kompetensi.
2. Kelengkapan
dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
3. Kemampuan-kemampuan
khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
4. Upayakan
kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
5. Kemampuan
yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati.
Untuk mengamati
keterampilan proses peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen
berikut:
1.
Daftar Cek (Check-list)
: Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria
penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai.
2.
Skala Penilaian (Rating
Scale) : Penilaian keterampilan proses yang menggunakan skala penilaian
memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi
tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai
lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna.
Asesmen Kinerja
Penilaian Produk
Penilaian produk merupakan penilaian terhadap
proses pembuatan dan kualitas suatu produk.
Pengembangan
produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
1.
Tahap
Persiapan : Tahap persiapan meliputi penilaian
kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan,
dan mendesain produk.
2.
Tahap Pembuatan Produk (Proses) : Tahap pembuatan produk meliputi
penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat,
dan teknik.
3.
Tahap Penilaian Produk (Appraisal) : Tahap
penilaian produk (appraisal) meliputi penilaian produk yang dihasilkan peserta
didik sesuai kriteria yang ditetapkan. Penilaian produk biasanya menggunakan
cara holistik atau analitik.
a. Cara
analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap
semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap:
persiapan, pembuatan produk, penilaian produk).
b. Cara
holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan
hanya pada tahap penilaian produk (appraisal).
Asesmen Kinerja
2015-07-27T19:53:00-07:00
Unknown
buku UNIVERSITAS|Cari Tahu|fisika|pendidikan|
Entri Populer
-
A. Perpindahan Kalor dengan cara Konduksi Ketika salah satu bagian logam bersentuhan dengan nyala lilin atau nyala api, secara otomati...
-
Hukum Dulong petit menyatakan bahwa, “ Kalor jenis dari zat-zat padat adalah 6kalori/g ramm olekul .” Pada awal abad ke-19, dua ilmuwan ...
-
REKRUITMEN PENDAMPING DAN OPERATOR PKH 2015 PENGUMUMAN NOMOR : 910/LJS.JS.SV/07/2015 REKRUTMEN PENDAMPING DAN OPERATOR PROGRA...
joint now
Labels
administrasi kerja
Alat Praktek
ATM berjalan
banjir uang
berita
biografi dbye
biografi dulong
biografi petit
BISNIS
bisnis online
bisnis online populer
bisnis online terbaru
Blog
Bruno Mars
BUKU BSE
Buku Fisika Gratis
buku UNIVERSITAS
Cari Tahu
Ceramah Pengajian
Ceramah Pengajian Kh. Anwar Zahid Lengkap
CN BLUE
daun sirih
David Guetta
debye
destilasi
Download Mp3
fisika
herbal
Hoki
HUKUM DULONG dan PETIT
HUKUM TERMIDINAMIKA II
HUKUM TERMODINAMIKA
II. KAPASITAS PANAS
Indikator pencapaian
internet
islam
jaringan
judika
K13
kajian
Karya tu;is
Kata Hati
Kerispatih
Kh. Anwar Zahid
Komputer
Laboratorium
LAGU INDO
LAGU LUAR NEGERI
lamaran kerja
Linkin Park
lks
lowongan
LOWONGAN PKH 2016
Management Lab
Maroon 5
Masa depan
materi
media video
Model Pembelajaran
motivasi
MP3 GRATIS
multimedia
Muse
music Rock
NOAH BAND
pendidikan
penerapan
PKH 2016
powerfull200
sakit mata
SHEILA ON 7
Simulasi
Skripsi
soal-soal
software
tarbiyah
teknologi
Tradisional
Tujuan Pembelajaran
uang gratis
ungu
Universitas Dehasen
wifi