banner

Metode ilmiah


Disusun oleh: Fatmawati (1303017)
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia


A.  Segi termenarik yang ditemukan dalam suatu jurnal
Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu, dimana ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh lewat metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan metode penemuan (discovery) dan pembenaran (justification), karena jawaban dianggap benar jika melalui tahapan metode ilmiah dan akan memperoleh pembenaran jika metode yang digunakan tepat. Perkembangan metode ilmiah dimulai pada abad 17 M dan 18 M, salah satu metode yang masih digunakan sebagai acuan yaitu metode Jhon Stuart Mill dengan empat pendekatan:
1.    Metode Kesesuaian (method of angreement)àJika dua peristiwa atau lebih yang diselidiki memiliki faktor yang sama maka faktor tersebut disimpulkan sebagai penyebabnya.
2.    Metode Perbedaan (method of defference)àJika sebuah peristiwa mempunyai faktor tertentu dan peristiwa lain yang tidak memiliki faktor tersebut, namun faktor-faktor yang lainnnya sama kecuali faktor satu tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa satu faktor (yang berbeda) itu sebagai sebab terjadinya suatu gejala pembeda yang diselidiki tersebut.
3.    Metode Persamaan Variasi (method of Conconitan Variation)àMetode ini dikenal dengan metode selang seling yakni: jika suatu gejala mengalami perubahan ketika gejala lain berubah dengan cara tertentu, maka gejala itu adalah sebab atau akibat dari gejala lain/ berhubungan secara sebab akibat.
4.    Metode Menyisakan (method of Residues)àJika ada peristiwa dalam keadaan tertentu dan keadaan tertentu itu adalah akibat dari faktor yang mendahuluinya, maka sisa akibat yang terdapat pada peristiwa itu disebabkan oleh faktor lain.
Sedangkan menurut Popper yang dipentingkan adalah context of justification ‘konteks pengujian dan pembenaran’ ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Mereka lebih berkepentingan dengan pengujian susunan logis pernyataan-pernyataan ilmiah yang digunakan dalam suatu penelitian daripada context of discovery ‘konteks penemuan’ atau pun perkembangan suatu ilmu. Degan kata lain teori ini tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Metodologi ilmu pengetahuan dibahas oleh Epistemologis, sehingga ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
B.  Spesifikasi Sumber
Buku Phylosophy of Science by Jeffrey L Kasser (2006) pada Lecture Nine (Discovery and Justification) Hal 149-165 atau softcopy yang bisa diminta dari bapak A Rusli atau mahasiswa dari Bapak Rusli.
C.  Pertanyaan & dugaan jawaban
Ada ilmu yang kebenarannya masih diragukan namun tidak sedikit orang yang mempercayai. Kita ketahui bahwa ilmu yang benar jika melalui tahapan metode ilmiah dan akan memperoleh pembenaran dengan menggunakan metode yang tepat. Bagaimana jika suatu ilmu yang dipercaya namun hingga kini belum bisa dibuktikan kebenarannya?
ü Ilmu tersebut belum bisa dipercaya seutuhnya dan masih terus dipertanyakan serta harus diteliti menggunakan metode ilmiah hingga diperoleh kebenarannya.
D.  Hasil refleksi tentang pemanfaatan materi
Filsafat ilmu bertumpu pada dua aspek yaitu aspek pembenaran ilmiah (context of justification) dan aspek penemuan ilmu (context of discovery). Menurut tinjauan discovery, ilmu tidak secara otomatis ada di dunia tetapi karena sengaja diadakan oleh manusia. Berbagai macam ilmu lahir dan berkembang karena kebutuhan. Sedangkan menurut tinjauan justification, ilmu hanya bisa diperoleh melalui usaha, yaitu metode ilmiah yang kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan.
E.   Hasil refleksi tentang batas-batas keberlakuan materi tersebut.
Batas-batas dalam kajian Filsafat yaitu semua kajiannya tidak hanya sebatas fakta tetapi sampai batas kemampuan logika manusia. Berbeda halnya dengan ilmu pengetahuan yang harus dibuktikan dengan fakta dan diuji dengan metode ilmiah yang tepat sehingga memperoleh aspek pembenaran. Pada aspek pembenaran, kegiatan atau cara kerja ilmiah sangat ditekankan. Dalam upaya pembenaran (context of justification), beberapa hal yang menyangkut masalah epistemologis seperti struktur, kesahihan, kebenaran, kepastian dalam pengetahuan, serta landasan teoritis atau pun paradigma yang digunakan dalam kegiatan ilmiah menjadi pusat kajian utama.
F.   Satu niat kecil konkret dengan materi itu, common good, terlebih bagi pihak-pihak yang lebih lemah.
Setelah membaca dan menganalisis mengenai beberapa metode ilmiah yang berkembang, dimana metode ilmiah sebagai alat pembuktian suatu kebenaran. Niat konkret kami adalah untuk tidak mempercayai begitu saja suatu ilmu tetapi harus tahu asal usul ilmu tersebut atau mengujinya sehingga timbul adanya keyakinan dan pembenaran dalam diri kita, dengan begitu kita dapat menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain secara utuh.

Entri Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

joint now

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme
Terima kasih atas kunjugan dari para pencari ilmu sekalian, semoga apa yang kami tulis dapat berguna bagi anda.http://mediaolinefisika.com, jangan lupa komentarnya.karya WINARNO,M.Pd.Si dalam inovasi media pembelajaran